YAYASAN PELITA ILMU SEJAHTERA

PROFIL YAYASAN PELITA ILMU SEJAHTERA

SEJARAH SINGKAT PELITA ILMU SEJAHTERA

Yayasan Pelita Ilmu Sejahtera didirikan oleh tiga sahabat yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang sama dalam dunia pendidikan. Ketiganya memulai karir mereka sebagai pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di mana mereka bersama-sama mengabdikan diri untuk mendidik generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Setelah beberapa tahun mengajar di SMK, ketiga sahabat ini melanjutkan perjalanan mereka di dunia pendidikan dengan menjadi dosen di universitas yang berbeda. Meskipun terpisah oleh institusi yang berbeda, visi mereka tentang pentingnya pendidikan berkualitas tetap menyatukan mereka.

Seiring waktu, ketiganya menyadari bahwa daerah yang mereka tempati membutuhkan peningkatan sumber daya manusia untuk dapat bersaing di dunia yang semakin global dan dinamis. Mereka melihat bahwa daerah ini, meskipun memiliki potensi yang besar, masih memerlukan banyak upaya dalam hal pendidikan dan pengembangan keterampilan.

Dengan tekad untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat didaerah tersebut, ketiga sahabat ini mendirikan Yayasan Pelita Ilmu Sejahtera  pada tahun 2024. Yayasan ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik dan lebih luas bagi masyarakat setempat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Program-program yang diselenggarakan oleh yayasan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal, serta pelatihan keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Yayasan Pelita Ilmu Sejahtera terus berupaya untuk menjadi agen perubahan positif di daerah mereka tempati, membantu masyarakat setempat untuk meraih masa depan yang lebih baik dan lebih cerah.

INDEPENDEN

Tidak berpihak pada kepentingan kelompok dan politik tertentu.

TRANSPARAN

Publik berhak mengetahui aktivitas program dan pemanfaatan.

UNIVERSAL

Tidak membedakan kelompok Suku, Agama, Ras, dan Golongan.

AKUNTABEL

Publik berhak memantau aktivitas program dan pemanfaatan.

Scroll to Top